1. Venus, Sang Dewi Cinta, adalahplanet yang paling terang di tatasurya kita.
2. Meskipun berukuran danmempunyai gaya gravitasi yangsama dengan Planet Bumi, AtmosferVenus penuh dengan asam sulfuryang mematikan.
3. Tertutupi oleh lapisan tipis batu-batuan, Merkurius adalah sebuahbola besar yang terbuat dari besidan mempunyai gaya tarik yangkuat untuk planet seukurannya.
4. Magnet yang paling kuat di jagadraya adalah Magnetar, suatu bintangneutron yang langka. Sampai saat inibaru ditemukan 10 penemuanMagnetar.
5. Matahari kita sangat jauh jaraknyasehingga jika bahan bakarnya telahhabis, kita tidak akan menyadarinyasampai 8 menit kemudian.
6. Planet Merah, Mars, tidakmempunyai lapisan ozon dan tidakmemiliki pelindung apapun terhadapsinar ultra violet. Hal inimembuatnya tidak dapat ditinggalioleh manusia.
7. Dengan meneliti meteorit-meteorit yang ditemukan di Bumi,kita dapat mengetahui bahwa umurPlanet Bumi adalah 4,6 juta tahun.
8. Planet Jupiter berputar padaporosnya (berotasi) dengankecepatan yang menakjubkansehingga menimbulkan angindengan kecepatan ratusan mil perjam di atmosfernya. Kayak gasinggan !!! (bumi kita kan berotasi 24 jamjadi siang 12 jam malam 12 jam,kalau jupiter siang malamnyagimana tuh?)
9. Planet Saturnus adalah sebuahbola raksasa yang terbuat dari gas,sehingga planet ini dapatmengapung di atas air.
sumber: kaskus.us
KOMPAS.com – Lubang hitam (blackhole) hingga kini masih menjadimisteri alam semesta yang banyakditeliti para ilmuwan. Lubang hitamadalah pemusatan massa yangcukup besar sehingga menghasilkangaya gravitasi dan massa jenis yangbegitu besar. Gaya gravitasi yangbesar mencegah apapun lolosdarinya, termasuk cahaya.
Bisa dibayangkan apa yang terlihatdi sekitar lubang hitam saat apa sajatersedot ke dalamnya. Penasarandengan hal tersebut Alain Riazuelodari Institut d’Astrophysique deParis pun melakukan simulasidengan menggabungkan kumpulancitra antariksa. Hasilnya, sebuahgambaran tiga dimensi yangmenakjubkan.
“Di dekat lubang hitam, Anda bisamelihat keseluruhan alam semesta.Cahaya dari berbagai arah akandibiaskan dan kembali pada anda,”katanya seperti dilansir the DailyMail, Kamis (9/12/2010).
Riazuelo menggunakan citraantariksa hasil tangkapan 2MASSInfrared Sky Survey danmengolahnya ke dalam komputer.Lewat pencitraannya, Riazuelomenggambarkan dengan jelaspembiasan cahaya yang terjadi.
Menurutnya, kuatnya gaya gravitasilubang hitam dan pembiasan cahayayang terjadi menyebabkanterjadinya distorsi visual yang takbiasa. Setiap bintang dalam framenormal akan memiliki paling tidak 2cahaya terang, satu di setiap sisilubang hitam.
Pada gambar di atas, lingkaranberwarna biru pucat menunjukkandua bayangan Small MagellanicCloud. Sementara, cincin berwarnamagenta menunjukkan duabayangan dari Alpha dan BetaCentauri. Cincin kuning menunjukkandua bayangan dari Gamma Crucis.Dua bayangan Calopus terdapat dibagian dalam lingkaran cincinberwarna putih. Sedangkanbayangan dari Sirrius terdapat disebelah kiri lubang hitam danberwarna coklat. Bintang palingterang yang terdapat di bagianbawah gambar adalah Achemar.
Sumber : http://sains.kompas.com/read/2010/12/10/10071161/Foto.Alam.Semesta.di.Lubang.Hitam-5
Kamera Dynamics Solar Observatorymilik Badan Antariksa AmerikaSerikat (NASA) menangkappenampakan 'ular' pada permukaanmatahari. Ular itu tampak sedangmerayap di seluruh permukaannya.Ular yang dikenal sebagai "solarfilament" ini terbakar sepanjang 435ribu mil atau setara dengan dua kalijarak bumi ke bulan, di bagianselatan. "Solar filament" adalahkumpulan gas padat yangmenggantung di atas pemukaanmatahari.
Gas ini muncul dari korona ataulapisan paling luar dari atmosfermatahari dengan bentuk sepertibenang dan meledak setiap saat.Warnanya agak sedikit gelap karenamemiliki suhu yang lebih rendahketimbang temperatur koronamatahari.
Peneliti antariksa, Tony Phillipsmengatakan pernah mengamatipenampakan filamen solar yangmengandung muatan listrik. Setiapfilamen solar ini berpotensimembentuk badai matahari atau"masuk" kembali ke tubuh matahari."Ada tiga kemungkinan untuk setiapkemunculan filamen solar, kembalike matahari, patah kemudianmeledak atau runtuh di permukaanmatahari," tulis Phillips di situsSpaceweather.com. Diamenambahkan, hingga saat inibelum ditemukan dampakkemunculan filamen solar tersebutterhadap bumi.
http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2010/12/07/brk,20101207-297274,id.html